<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: BANTENESE STUDIES (3): PUSAT PENELITIAN BANTEN</title>
	<atom:link href="http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/</link>
	<description>This Is My Home, In This Home a Part of My Life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 10:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Uib</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-79</link>
		<dc:creator>Uib</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 07:47:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-79</guid>
		<description>bicara penelitian, sekarang buktikan hasil penelitian, anda jangan jauh-jauh contoh aja seperti teman anda yang bule belanda itu, seperti sunat, qurban, aqiqah dalam prefekstif gender, adzan dll dalam prefektif hadits saja, dan jangan dibilang dosen-dosen di banten miskin penelitian, di IAIN banyak sekali orang yang memburu hasil menelitinya, dari UGM, UI, UIN, dll, yang meneliti tidak hanya ajaran normatif saja, melainkan penelitian sosial, politik, ekonomi, kebijakan pemerintah, apalagi tentang dunia hikmah. buktikan dong hasil penelitian anda?, dan Kirim di jurnal kami buat dipublikasikan.
1. Alqalam (Lemabaga Penelitian IAIN SMH Banten)
2. al Fath (Fak. Ushuluddin dan Dakwah)
3. al Ahkam (fak. Syari&#039;ah dan ekonomi Islam)
4. Dedikasi (LPM IAIN SMH Banten)
5. Adil (Puskum HAM Fak. Syari&#039;ah dan Ekonomi Islam)
6. Tsaqofah (Fak. Tarbiyah dan Adab)
7. Tazkia (PKIK IAIN SMH Banten)
8. Mar&#039;ah (PSW IAIN SMH Banten)
9. Lingua (Jurnal Budaya dan Bahasa LBB IAIN SMH Banten)
10. Didaktika (Fak. Tarbiyah dan Adab)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bicara penelitian, sekarang buktikan hasil penelitian, anda jangan jauh-jauh contoh aja seperti teman anda yang bule belanda itu, seperti sunat, qurban, aqiqah dalam prefekstif gender, adzan dll dalam prefektif hadits saja, dan jangan dibilang dosen-dosen di banten miskin penelitian, di IAIN banyak sekali orang yang memburu hasil menelitinya, dari UGM, UI, UIN, dll, yang meneliti tidak hanya ajaran normatif saja, melainkan penelitian sosial, politik, ekonomi, kebijakan pemerintah, apalagi tentang dunia hikmah. buktikan dong hasil penelitian anda?, dan Kirim di jurnal kami buat dipublikasikan.<br />
1. Alqalam (Lemabaga Penelitian IAIN SMH Banten)<br />
2. al Fath (Fak. Ushuluddin dan Dakwah)<br />
3. al Ahkam (fak. Syari&#8217;ah dan ekonomi Islam)<br />
4. Dedikasi (LPM IAIN SMH Banten)<br />
5. Adil (Puskum HAM Fak. Syari&#8217;ah dan Ekonomi Islam)<br />
6. Tsaqofah (Fak. Tarbiyah dan Adab)<br />
7. Tazkia (PKIK IAIN SMH Banten)<br />
8. Mar&#8217;ah (PSW IAIN SMH Banten)<br />
9. Lingua (Jurnal Budaya dan Bahasa LBB IAIN SMH Banten)<br />
10. Didaktika (Fak. Tarbiyah dan Adab)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ibnuadamaviciena</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-69</link>
		<dc:creator>ibnuadamaviciena</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 22:23:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-69</guid>
		<description>dulu saya mengira bahwa bule itu kemampuannya jauh di atas kita. anggapan seperti ini sama dengan anggapan orang belanda saat di Hindia Belanda dulu, bahwa orang Hindia Belanda otaknya gak cukup. Sederhananya kita itu manusia yang penciptaannya gak sempurna. Sekalipun memang ada sejumlah kecil yang percaya bahwa orang Hindia juga bisa pandai.

Tetapi ternyata tidak juga. Sama saja. Yang beda adalah fasilitas. dari fasilitas itulah kualitas kita berbeda dengan mereka. sejak kecil mereka sudah sudah belajar bahasa asing dengan fasilitas yang cukup. mereka juga punya perpustakaan yang sangat lengkap. mereka ingin baca apa-apa, tinggal ambil bukunya di perpustakaan.

Kita, ingin baca tidak ada buku. ingin sekolah, sekolah mahal. ingin belajar ini itu sangat terbatas. jangankan itu, menjawabpertanyaan: besok apa yang bisa kita makan saja susah. 

dari sanalah kita jadi tertinggal. zaman Soekaro banyak mahasiswa Indonesia yang dikirim ke luar negeri. mereka cerdas2. tetapi Soeharto jadi presiden, banyak dari mereka tidak bisa (boleh) pulang ke Indonesia.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Menulis. Tulislah apa saja yang kita tahu. Hal yang paling sederhana dan sangat penting adalah menulis biografi orangtua kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dulu saya mengira bahwa bule itu kemampuannya jauh di atas kita. anggapan seperti ini sama dengan anggapan orang belanda saat di Hindia Belanda dulu, bahwa orang Hindia Belanda otaknya gak cukup. Sederhananya kita itu manusia yang penciptaannya gak sempurna. Sekalipun memang ada sejumlah kecil yang percaya bahwa orang Hindia juga bisa pandai.</p>
<p>Tetapi ternyata tidak juga. Sama saja. Yang beda adalah fasilitas. dari fasilitas itulah kualitas kita berbeda dengan mereka. sejak kecil mereka sudah sudah belajar bahasa asing dengan fasilitas yang cukup. mereka juga punya perpustakaan yang sangat lengkap. mereka ingin baca apa-apa, tinggal ambil bukunya di perpustakaan.</p>
<p>Kita, ingin baca tidak ada buku. ingin sekolah, sekolah mahal. ingin belajar ini itu sangat terbatas. jangankan itu, menjawabpertanyaan: besok apa yang bisa kita makan saja susah. </p>
<p>dari sanalah kita jadi tertinggal. zaman Soekaro banyak mahasiswa Indonesia yang dikirim ke luar negeri. mereka cerdas2. tetapi Soeharto jadi presiden, banyak dari mereka tidak bisa (boleh) pulang ke Indonesia.</p>
<p>Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Menulis. Tulislah apa saja yang kita tahu. Hal yang paling sederhana dan sangat penting adalah menulis biografi orangtua kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Astuti</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-67</link>
		<dc:creator>Astuti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 16:31:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-67</guid>
		<description>Wah, good idea!

Saya setuju sekali, tapi persiapannya bagaimana?
Membentuk suatu pusat penelitian itu memang tidak hanya sekedar niat, tapi butuh UANG, perencanan yang matang, dan minat dari masyarakatnya (kesadaran akan butuhnya kita terhadap ilmu)

Tapi pendidikan di Banten, dilihat dari jumlah anak lulusan SMA yang lolos SPMB (walaupun SPMB bukan merupakan satu2nya ukuran), sekarang hampir merata untuk beberapa SMU. dahulu mungkin hanya SMU 1 Serang yang menonjol.

Menanggapi masalah Banten lama, memang itu benar2 tidak mencerminkan Islam yang bersih, ramah, dan nilai Islam yang lain. Banyak peminta2 yang kasar, masjidnya jorok, dll yang menyebalkan. Itu menggambarkan ketidakbecusan (maaf) pemerintah Banten.

Oya calon Walikota Serang kita pedangdut Lho (Syaiful Jamil)

Kalau ingin maju memang yang pertama harus diperhatikan adalah PENDIDIKAN untuk membangun intelektualitas serta pemikiran yang cemerlang bagi Banten yang berpotensi tapi belum optimal pengolahan dan pemanfaatannya.

Semangat n Sukseslah buat Mahasiswa Banten di Den Haag. Saya juga lulus S1 nanti ada keinginan meneruskan studi di Belanda (kalau ada kesempatan). Bagi2 informasi ya....

Btw, ada gak yang ikut Silat?

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, good idea!</p>
<p>Saya setuju sekali, tapi persiapannya bagaimana?<br />
Membentuk suatu pusat penelitian itu memang tidak hanya sekedar niat, tapi butuh UANG, perencanan yang matang, dan minat dari masyarakatnya (kesadaran akan butuhnya kita terhadap ilmu)</p>
<p>Tapi pendidikan di Banten, dilihat dari jumlah anak lulusan SMA yang lolos SPMB (walaupun SPMB bukan merupakan satu2nya ukuran), sekarang hampir merata untuk beberapa SMU. dahulu mungkin hanya SMU 1 Serang yang menonjol.</p>
<p>Menanggapi masalah Banten lama, memang itu benar2 tidak mencerminkan Islam yang bersih, ramah, dan nilai Islam yang lain. Banyak peminta2 yang kasar, masjidnya jorok, dll yang menyebalkan. Itu menggambarkan ketidakbecusan (maaf) pemerintah Banten.</p>
<p>Oya calon Walikota Serang kita pedangdut Lho (Syaiful Jamil)</p>
<p>Kalau ingin maju memang yang pertama harus diperhatikan adalah PENDIDIKAN untuk membangun intelektualitas serta pemikiran yang cemerlang bagi Banten yang berpotensi tapi belum optimal pengolahan dan pemanfaatannya.</p>
<p>Semangat n Sukseslah buat Mahasiswa Banten di Den Haag. Saya juga lulus S1 nanti ada keinginan meneruskan studi di Belanda (kalau ada kesempatan). Bagi2 informasi ya&#8230;.</p>
<p>Btw, ada gak yang ikut Silat?</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zen</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-66</link>
		<dc:creator>zen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 17:43:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-66</guid>
		<description>anda dahsyat, idenya sangat mengalir dan menyentuh nurani akademis. memang itulah kenyataan sekaligus keprihatinan saya setuju dan tertantang untuk mewujudkan ide anda soal pusat penelitian banten. ini bisa dimulai oleh kawan-kawan para dosen di banten sekaligus untuk mewujudkan perguruan tinggi di banten sebagai perguruan tinggi riset. tapi, kok sepi yang yang merespon, atau kita memang hanya segelintir orang?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anda dahsyat, idenya sangat mengalir dan menyentuh nurani akademis. memang itulah kenyataan sekaligus keprihatinan saya setuju dan tertantang untuk mewujudkan ide anda soal pusat penelitian banten. ini bisa dimulai oleh kawan-kawan para dosen di banten sekaligus untuk mewujudkan perguruan tinggi di banten sebagai perguruan tinggi riset. tapi, kok sepi yang yang merespon, atau kita memang hanya segelintir orang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yudhis</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-65</link>
		<dc:creator>Yudhis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 04:58:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-65</guid>
		<description>bagaimana kabarnya ibnu, semoga sukses selalu studinya!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagaimana kabarnya ibnu, semoga sukses selalu studinya!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: suhadinet</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2008/04/26/bantenese-studies-3-pusat-penelitian-banten/#comment-61</link>
		<dc:creator>suhadinet</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 15:53:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/?p=111#comment-61</guid>
		<description>Ibnu wrote:
&quot;Dari sudut pandang saya yang sedang ada di Belanda, saya melihat Banten (Indonesia) sangat kaya, tidak saja alam dan kebudayaannya, melainkan juga koruptornya. Termasuk dosen yang tidak suka atau bisa mengadakan penelitian juga sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.&quot;
He..he...gak cuma di Banten kok.
Merata di seluruh pelosok negeri...
Payah yah!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ibnu wrote:<br />
&#8220;Dari sudut pandang saya yang sedang ada di Belanda, saya melihat Banten (Indonesia) sangat kaya, tidak saja alam dan kebudayaannya, melainkan juga koruptornya. Termasuk dosen yang tidak suka atau bisa mengadakan penelitian juga sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.&#8221;<br />
He..he&#8230;gak cuma di Banten kok.<br />
Merata di seluruh pelosok negeri&#8230;<br />
Payah yah!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
