<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kenapa Komunisme Harus Dilarang?</title>
	<atom:link href="http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/</link>
	<description>This Is My Home, In This Home a Part of My Life</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Aug 2009 10:10:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Nanang</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-106</link>
		<dc:creator>Nanang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 15:02:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-106</guid>
		<description>Memperdebatkan komunisme, PKI, Soekarno, tidaklah akan habis. Mereka adalah bagian masa lalu dari bangsa ini. Ketakutan akan komunisme didengung-dengungkan akan bangkit kembali saat ini dalam wajah baru ternyata sama dan seheboh dengan pengakuan bahwa keyakinan dan ideologi si penentang komunismelah yang paling benar.

Sekali lagi saudara-saudara, komunisme sudah lewat masanya. Sejarah sudah menjadi pengadil yang bijak dan menunjukkan kegagalan komunisme di berbagai belahan bumi. Sudah benar-benar matikah ia? Seperti pemujaan terhadap berhala, animisme, atau pengkultusan individu, maka komunisme bakal tetap ada. Ia akan bersemayam di kepala setiap individu yang mengagung-agungkan kemampuan rasionya dan menafikkan Sang Maha Adil, meskipun dalam bentuk primitif dari sifat manusia : kemunafikan dan kesombongan. Komunisme-seperti ideologi lain- akan berubah wujud menjadi lebih halus atau lebih kasar. Lihatlah apa yang dilakukan China, Vietnam atau Laos. Mereka tetap mengaku komunis, tapi perlahan dan pasti semakin rakus dan bertindak ala kapitalis. Apa yang dilakukan Amerika dan Barat di Irak dan Afghanistan sekarang adalah dorongan dari kapitalisme--saudara kandung komunisme. Keduanya mewarisi darah dari ibu yang sama bernama materialisme-rasionalisme. Kali ini pun, sang saudara kandung tengah sekarat. Kapitalisme ternyata rapuh, serapuh komunisme, yang hanya bisa berilusi tentang kesejahteraan masyarakat, tentang dunia yang damai, atau tentang perdamaian. 

Membiarkan komunisme berkembang juga tidak bijak, tapi melarang keyakinan seseorang terhadap ideologi juga hal yang mustahil. Demikian pula membela Soekarno dan PKI sebagai korban dari kudeta  Soeharto juga tidak selamanya benar. Apakah yang dilakukan Soekarno sejak 1959 adalah hal benar dan baik bagi negeri ini? Kita sering salah menilai bahwa reformasi hadir setelah 32 tahun rakyat Indonesia hidup dalam rezim totaliter. Sebenarnya kita pernah mengalami masa kediktatoran penguasa yang lebih panjang. Mengapa tidak menghitung era 1959-1965 sebagai era kediktatoran Soekarno? Bukankah saat itu DPR mandul, pers disensor dan dibreidel, serta hukum berpihak pada penguasa. Era Soekarno pula, PSI dilarang, Partai Murba dibubarkan, bahkan Sutan Syahrir dijebloskan ke bui gara-gara tidak sependapat dengan Soekarno. Hukum adalah apa yang Soekarno ucapkan dan lakukan. Kemudian datanglah Soeharto dan Orde Barunya. Apa yang terjadi? Rakyat ternyata hanya lepas dari mulut harimau tapi masuk ke mulut buaya.

Bagi saya, Soekarno benar-benar hebat hingga 1949. Sesudahnya, ia adalah orang yang butuh penyaluran syahwat politik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memperdebatkan komunisme, PKI, Soekarno, tidaklah akan habis. Mereka adalah bagian masa lalu dari bangsa ini. Ketakutan akan komunisme didengung-dengungkan akan bangkit kembali saat ini dalam wajah baru ternyata sama dan seheboh dengan pengakuan bahwa keyakinan dan ideologi si penentang komunismelah yang paling benar.</p>
<p>Sekali lagi saudara-saudara, komunisme sudah lewat masanya. Sejarah sudah menjadi pengadil yang bijak dan menunjukkan kegagalan komunisme di berbagai belahan bumi. Sudah benar-benar matikah ia? Seperti pemujaan terhadap berhala, animisme, atau pengkultusan individu, maka komunisme bakal tetap ada. Ia akan bersemayam di kepala setiap individu yang mengagung-agungkan kemampuan rasionya dan menafikkan Sang Maha Adil, meskipun dalam bentuk primitif dari sifat manusia : kemunafikan dan kesombongan. Komunisme-seperti ideologi lain- akan berubah wujud menjadi lebih halus atau lebih kasar. Lihatlah apa yang dilakukan China, Vietnam atau Laos. Mereka tetap mengaku komunis, tapi perlahan dan pasti semakin rakus dan bertindak ala kapitalis. Apa yang dilakukan Amerika dan Barat di Irak dan Afghanistan sekarang adalah dorongan dari kapitalisme&#8211;saudara kandung komunisme. Keduanya mewarisi darah dari ibu yang sama bernama materialisme-rasionalisme. Kali ini pun, sang saudara kandung tengah sekarat. Kapitalisme ternyata rapuh, serapuh komunisme, yang hanya bisa berilusi tentang kesejahteraan masyarakat, tentang dunia yang damai, atau tentang perdamaian. </p>
<p>Membiarkan komunisme berkembang juga tidak bijak, tapi melarang keyakinan seseorang terhadap ideologi juga hal yang mustahil. Demikian pula membela Soekarno dan PKI sebagai korban dari kudeta  Soeharto juga tidak selamanya benar. Apakah yang dilakukan Soekarno sejak 1959 adalah hal benar dan baik bagi negeri ini? Kita sering salah menilai bahwa reformasi hadir setelah 32 tahun rakyat Indonesia hidup dalam rezim totaliter. Sebenarnya kita pernah mengalami masa kediktatoran penguasa yang lebih panjang. Mengapa tidak menghitung era 1959-1965 sebagai era kediktatoran Soekarno? Bukankah saat itu DPR mandul, pers disensor dan dibreidel, serta hukum berpihak pada penguasa. Era Soekarno pula, PSI dilarang, Partai Murba dibubarkan, bahkan Sutan Syahrir dijebloskan ke bui gara-gara tidak sependapat dengan Soekarno. Hukum adalah apa yang Soekarno ucapkan dan lakukan. Kemudian datanglah Soeharto dan Orde Barunya. Apa yang terjadi? Rakyat ternyata hanya lepas dari mulut harimau tapi masuk ke mulut buaya.</p>
<p>Bagi saya, Soekarno benar-benar hebat hingga 1949. Sesudahnya, ia adalah orang yang butuh penyaluran syahwat politik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pipiet Senja</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-103</link>
		<dc:creator>Pipiet Senja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 11:32:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-103</guid>
		<description>Awaaas!
Baru-baru ini ada imel yang masuk ke milis FLP, intinya berisikan tentang pertemuan generasi muda dengan para dedengkot PKI, termasuk Sobron Aidit yang bermukim di Holland. Aku tersentak kaget. Meskipun sesungguhnya tentang pergerakan neo komunis ini sudah banyak juga diindikasikan oleh orang-orang yang peduli, mereka yang pernah terkait secara langsung maupun tak langsung dengan peristiwa berdarah PKI/G30S.
Ada nada kemunafikan di sana, tentang gugat-menggugat, hujat-menghujat dan pernyataan; bahwa para ulama NU pernah membantai PKI masa itu. Sepertinya kalau kita bicara soal siapa yang duluan melukai, dan siapa yang balas melukai, ini takkan pernah ada habisnya. Ini hanya akan menjadi dendam tak sudah dan akibat fatal buat generasi muda, dan sungguh hanya kesia-siaan belaka. Namun, bukan itu masalahnya, tak sesederhana itu, Sodara!
Pihak mereka (para komunis yang hengkang, ngibrit kocar-kacir, dari Tanah Air ke berbagai pelosok dunia itu!) sejak bergulir reformasi di Indonesia, memang langsung mendapat angin segar. Apalagi kemudian di masa pemerintahan Gus Dur, angin segar untuk golongan kiri ini semakin dihembuskan, bahkan mulai menggelombang efeknya...
Sudahlah, aku tak ingin bicara soal politik di blog ini.
Aku hanya ingin berbagi lakonku di waktu kecil. Usia delapan tahun, tinggai di kawasan Sumedang, di mana suasana politik sedang membara, bergejolak. Orang-orang PKI semakin  berani, merajalela menyusup ke sana ke mari, ke setiap wilayah dan golongan. Kekuatan mereka sungguh tak terkira!
Di kawasanku itu, banyak juga dedengkot PKI. Bahkan kepala sekolahku termasuk pendukung beratnya. Di kiri dan kanan rumahku berkeliaran tetangga PKI. Sementara aku kebetulan anak seorang tentara, cucu seorang ajengan NU. Golongan yang paling dimusuhi oleh PKI. Puncaknya, mereka sudah menyiapkan lubang-lubang kuburan massal, khusus diperuntukkan bagi tentara dan para ulama beserta keluarganya.
Suatu kali pesta rakyat digelar. Tak jauh dari rumahku, di belakang gedung kediaman Bupati ada empang yang luas. Mereka menyelenggarakan parade perahu hias. Tentu saja sebagai seorang anak, aku ikut menonton dan kepingin juga lalayaran dengan perahu hias.
Pas ada kesempatan untuk menaiki perahu, aku pun ikut berebut anak-anak lain mengerumuni perahu cantik itu. Tiba-tiba ada suara yang mengejutkan.
&quot;Anak saha tah?&quot;
Anak siapa, tanya seorang dedengkot PKI dengan nada meninggi.
&quot;Euh, ini mah anaknya Bapak tentara Anu... Cucunya ajengan...&quot; sahut tukang perahu.
&quot;Nanti sajalah! Anak-anak lain dulu!&quot; sergahnya galak.
Maka aku pun kembali ke tempat teduh, menunggu, menunggu, menunggu... sampai sore!
Seorang anak perempuan sebayaku tiba-tiba menghampiri, sebut saja si Neneng, kutahu dia anak dedengkot PKI.
&quot;Mau naik perahu, yah? Sini, nanti bareng Neneng, yah,&quot; ajaknnya tentu saja kusambut dengan senang hati. Waktu sebuah perahu mendekat, si Neneng melambai ke arahku. Aku mendekati perahu, kira-kira berjarak setengah meter lagi, tangan anak itu menarik lenganku.... kuat sekali!
Byuuur! Aku pun tercebur ke empang, maksudku diceburkan oleh si Neneng. Bahkan dilanjutkan dengan menendang bokongku kuat-kuat. Sebelum tenggelam, masih kulihat bagaimana ortunya di panggung yang sedang menari genjer-genjer, terbahak-bahak melihat kemalanganku. 
Kakiku menancap batu runcing, sobek lebar di dekat tulang kering... dalaaam sekali! Luka yang dijahit itu membekaskan &quot;luka yang dalam&quot; bukan saja di fisik melainkan juga di batin, secara psikis aku traumatis! 
Takkan kulupakan juga bagaimana kakekku, setiap kali dinihari akan pergi Masjid Agung, pulangnya selalu ada yang menzalimi. Kalau bukan dilempari, hingga wajahnya berdarah, kepala bocor, tentu dicegat anak-anak muda PKI dan diteror. Hingga akhir hayatnya kakekku masih tetap istiqomah, jalan kaki pergi ke Masjid Agung subuh-subuh. Dan semakin banyak jua luka-luka yang harus dideritanya...
Sementara di pegunungan, sawah-sawah para petani direbut, bahkan ada yang dibakar. Korban pun bergelimpangan dari pihak para dai, kyai yang dianggap menghambat gerakan meraka.
Neo PKI memang sudah bangkit, Sodara!
Jangan pernah menafikan hal ini dengan pembenaran-pembenaran, apalagi hanya mendengar cuap-cuap mereka secara sepihak.
Bagiku pribadi, tak ada tempat bagi komunis di Indonesia... Demi Allah!
Jangan pernah terulang sejarah yang sangat melukai itu. Maka, waspadalah, terutama generasi muda kita. Kalian jangan sampai terkecoh dengan simbol-simbol, kesetaraan, kebersamaan, menghalalkan segala cara.
Sangat piawai meraka menggembor-gemborkan tentang ketakadilan, kemiskinan, padahal hakikatnya malah dikelirukan. Biasanya yang terkecoh memang yang lugu-lugu, generasi muda. Percayalah, mereka dengan mudah memelintir; kemiskinan, ketakadilan demi kepentingan gerakannya.
Dan negeri kita ini, Indonesia, memang sangat subur sebagai tempat tumbuh-kembangnya paham komunisme. Ketakadilan di mana-mana, yang kaya semakin kaya, yang miskin tinggal menanti ajal dalam kemiskinan. Ketakadilan pun terjadi di segala bidang.
Meskipun demikian, komunisme bukan jalan terbaik bagi kita demi meraih kebahagiaan. Ada banyak jalan menuju ke sana, yakinlah itu!
Sekali lagi, awaaaas...! Waspadalah, Sodara!
Salam cinta selalu!

Pipiet Senja

--------------------
Terimakasih atas komentarnya Mbak Pipiet. Dari seorang kakek di Belanda saya mendengar masjid-masjid di kota dia disegel juga oleh orang-orang PKI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Awaaas!<br />
Baru-baru ini ada imel yang masuk ke milis FLP, intinya berisikan tentang pertemuan generasi muda dengan para dedengkot PKI, termasuk Sobron Aidit yang bermukim di Holland. Aku tersentak kaget. Meskipun sesungguhnya tentang pergerakan neo komunis ini sudah banyak juga diindikasikan oleh orang-orang yang peduli, mereka yang pernah terkait secara langsung maupun tak langsung dengan peristiwa berdarah PKI/G30S.<br />
Ada nada kemunafikan di sana, tentang gugat-menggugat, hujat-menghujat dan pernyataan; bahwa para ulama NU pernah membantai PKI masa itu. Sepertinya kalau kita bicara soal siapa yang duluan melukai, dan siapa yang balas melukai, ini takkan pernah ada habisnya. Ini hanya akan menjadi dendam tak sudah dan akibat fatal buat generasi muda, dan sungguh hanya kesia-siaan belaka. Namun, bukan itu masalahnya, tak sesederhana itu, Sodara!<br />
Pihak mereka (para komunis yang hengkang, ngibrit kocar-kacir, dari Tanah Air ke berbagai pelosok dunia itu!) sejak bergulir reformasi di Indonesia, memang langsung mendapat angin segar. Apalagi kemudian di masa pemerintahan Gus Dur, angin segar untuk golongan kiri ini semakin dihembuskan, bahkan mulai menggelombang efeknya&#8230;<br />
Sudahlah, aku tak ingin bicara soal politik di blog ini.<br />
Aku hanya ingin berbagi lakonku di waktu kecil. Usia delapan tahun, tinggai di kawasan Sumedang, di mana suasana politik sedang membara, bergejolak. Orang-orang PKI semakin  berani, merajalela menyusup ke sana ke mari, ke setiap wilayah dan golongan. Kekuatan mereka sungguh tak terkira!<br />
Di kawasanku itu, banyak juga dedengkot PKI. Bahkan kepala sekolahku termasuk pendukung beratnya. Di kiri dan kanan rumahku berkeliaran tetangga PKI. Sementara aku kebetulan anak seorang tentara, cucu seorang ajengan NU. Golongan yang paling dimusuhi oleh PKI. Puncaknya, mereka sudah menyiapkan lubang-lubang kuburan massal, khusus diperuntukkan bagi tentara dan para ulama beserta keluarganya.<br />
Suatu kali pesta rakyat digelar. Tak jauh dari rumahku, di belakang gedung kediaman Bupati ada empang yang luas. Mereka menyelenggarakan parade perahu hias. Tentu saja sebagai seorang anak, aku ikut menonton dan kepingin juga lalayaran dengan perahu hias.<br />
Pas ada kesempatan untuk menaiki perahu, aku pun ikut berebut anak-anak lain mengerumuni perahu cantik itu. Tiba-tiba ada suara yang mengejutkan.<br />
&#8220;Anak saha tah?&#8221;<br />
Anak siapa, tanya seorang dedengkot PKI dengan nada meninggi.<br />
&#8220;Euh, ini mah anaknya Bapak tentara Anu&#8230; Cucunya ajengan&#8230;&#8221; sahut tukang perahu.<br />
&#8220;Nanti sajalah! Anak-anak lain dulu!&#8221; sergahnya galak.<br />
Maka aku pun kembali ke tempat teduh, menunggu, menunggu, menunggu&#8230; sampai sore!<br />
Seorang anak perempuan sebayaku tiba-tiba menghampiri, sebut saja si Neneng, kutahu dia anak dedengkot PKI.<br />
&#8220;Mau naik perahu, yah? Sini, nanti bareng Neneng, yah,&#8221; ajaknnya tentu saja kusambut dengan senang hati. Waktu sebuah perahu mendekat, si Neneng melambai ke arahku. Aku mendekati perahu, kira-kira berjarak setengah meter lagi, tangan anak itu menarik lenganku&#8230;. kuat sekali!<br />
Byuuur! Aku pun tercebur ke empang, maksudku diceburkan oleh si Neneng. Bahkan dilanjutkan dengan menendang bokongku kuat-kuat. Sebelum tenggelam, masih kulihat bagaimana ortunya di panggung yang sedang menari genjer-genjer, terbahak-bahak melihat kemalanganku.<br />
Kakiku menancap batu runcing, sobek lebar di dekat tulang kering&#8230; dalaaam sekali! Luka yang dijahit itu membekaskan &#8220;luka yang dalam&#8221; bukan saja di fisik melainkan juga di batin, secara psikis aku traumatis!<br />
Takkan kulupakan juga bagaimana kakekku, setiap kali dinihari akan pergi Masjid Agung, pulangnya selalu ada yang menzalimi. Kalau bukan dilempari, hingga wajahnya berdarah, kepala bocor, tentu dicegat anak-anak muda PKI dan diteror. Hingga akhir hayatnya kakekku masih tetap istiqomah, jalan kaki pergi ke Masjid Agung subuh-subuh. Dan semakin banyak jua luka-luka yang harus dideritanya&#8230;<br />
Sementara di pegunungan, sawah-sawah para petani direbut, bahkan ada yang dibakar. Korban pun bergelimpangan dari pihak para dai, kyai yang dianggap menghambat gerakan meraka.<br />
Neo PKI memang sudah bangkit, Sodara!<br />
Jangan pernah menafikan hal ini dengan pembenaran-pembenaran, apalagi hanya mendengar cuap-cuap mereka secara sepihak.<br />
Bagiku pribadi, tak ada tempat bagi komunis di Indonesia&#8230; Demi Allah!<br />
Jangan pernah terulang sejarah yang sangat melukai itu. Maka, waspadalah, terutama generasi muda kita. Kalian jangan sampai terkecoh dengan simbol-simbol, kesetaraan, kebersamaan, menghalalkan segala cara.<br />
Sangat piawai meraka menggembor-gemborkan tentang ketakadilan, kemiskinan, padahal hakikatnya malah dikelirukan. Biasanya yang terkecoh memang yang lugu-lugu, generasi muda. Percayalah, mereka dengan mudah memelintir; kemiskinan, ketakadilan demi kepentingan gerakannya.<br />
Dan negeri kita ini, Indonesia, memang sangat subur sebagai tempat tumbuh-kembangnya paham komunisme. Ketakadilan di mana-mana, yang kaya semakin kaya, yang miskin tinggal menanti ajal dalam kemiskinan. Ketakadilan pun terjadi di segala bidang.<br />
Meskipun demikian, komunisme bukan jalan terbaik bagi kita demi meraih kebahagiaan. Ada banyak jalan menuju ke sana, yakinlah itu!<br />
Sekali lagi, awaaaas&#8230;! Waspadalah, Sodara!<br />
Salam cinta selalu!</p>
<p>Pipiet Senja</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Terimakasih atas komentarnya Mbak Pipiet. Dari seorang kakek di Belanda saya mendengar masjid-masjid di kota dia disegel juga oleh orang-orang PKI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: reksha laksana</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-91</link>
		<dc:creator>reksha laksana</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 04:04:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-91</guid>
		<description>Kita yang hidup dan belajar dimasa sekarang seharusnya lebih selektif dalam menerima pelajaran dan pengajaran.Sudah seharusnya pemerintah mencabut TAP MPRS No.XXV/1966 tentang pelarangan Partai Komunis Indonesia dan ormas-ormasnya beserta ajaran marxisme-leninisme di Indonesia. Sebab pelarangan sesuatu ideologi adalah merupakan pelanggaran HAM seseorang dan bertentangan dengan prinsip demokrasi. dan TAP MPRS No XXXIII/1967 tentang pencopotan kekuasaan Soekarno sebagai presiden. Sebab akibat dari pelaksanaan TAP tersebut Bung Karno beserta banyak pendukung-pendukungnya ditahan tanpa proses hukum. TAP tersebut tidak saja merupakan legitimasi kudeta Soeharto, tapi juga merupakan pelanggaran HAM.

kita harus meneruskan perjuangan bung karno...

amerika harus disetrika,..
inggris harus dilinggis,..

jangan sampai negara kita dijadikan basis mereka para imperialis..

seharusnya kita memegang teguh hasil2 karya bung karno,.

nasakom
pancasila
manipol
trisakti
berdikari

maju terus indonesia!!!
  </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita yang hidup dan belajar dimasa sekarang seharusnya lebih selektif dalam menerima pelajaran dan pengajaran.Sudah seharusnya pemerintah mencabut TAP MPRS No.XXV/1966 tentang pelarangan Partai Komunis Indonesia dan ormas-ormasnya beserta ajaran marxisme-leninisme di Indonesia. Sebab pelarangan sesuatu ideologi adalah merupakan pelanggaran HAM seseorang dan bertentangan dengan prinsip demokrasi. dan TAP MPRS No XXXIII/1967 tentang pencopotan kekuasaan Soekarno sebagai presiden. Sebab akibat dari pelaksanaan TAP tersebut Bung Karno beserta banyak pendukung-pendukungnya ditahan tanpa proses hukum. TAP tersebut tidak saja merupakan legitimasi kudeta Soeharto, tapi juga merupakan pelanggaran HAM.</p>
<p>kita harus meneruskan perjuangan bung karno&#8230;</p>
<p>amerika harus disetrika,..<br />
inggris harus dilinggis,..</p>
<p>jangan sampai negara kita dijadikan basis mereka para imperialis..</p>
<p>seharusnya kita memegang teguh hasil2 karya bung karno,.</p>
<p>nasakom<br />
pancasila<br />
manipol<br />
trisakti<br />
berdikari</p>
<p>maju terus indonesia!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: imam</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-90</link>
		<dc:creator>imam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:31:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-90</guid>
		<description>assalamualaikum wr.wb

biarkan komunis tumbuh kembali di indonesia,apa salah nya.yang penting tidak merugikan rakyat kecil dan memeras rakayat.mudah mudahan dengan komunis tumbuh lagi di indonesia kaum tani tidak lagi terpinggirkan dan kaum buruh tidak lagi menderita karna dgn gaji minimum.
ayolah semua jgn berpikir dan melihat dgn mata tertutup biar kan lah masing2 orang menuju jaln nya masing masing asl tidak merugikan dan mencelakakan orang lain,jgn melihat sejarah G30s/PKI karna itu semua BOHONG itu hanya rekayasa sang koruptor saja(SUHARTO)untuk mendapatkan kursi jabatan sebagai presiden RI,dan SUPERSMAR itu hanya akal akalan almarhum saja bakn bnar bnar dari bpk SUKARNO,buktinya sampai sekarang ke aslian supersmar masih di ragukan..

biar lah SOSIALIS KOMUNIS berkembang asl jngn menghilangkan ke aslian bangsa indonesia yaitu PANCASILA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum wr.wb</p>
<p>biarkan komunis tumbuh kembali di indonesia,apa salah nya.yang penting tidak merugikan rakyat kecil dan memeras rakayat.mudah mudahan dengan komunis tumbuh lagi di indonesia kaum tani tidak lagi terpinggirkan dan kaum buruh tidak lagi menderita karna dgn gaji minimum.<br />
ayolah semua jgn berpikir dan melihat dgn mata tertutup biar kan lah masing2 orang menuju jaln nya masing masing asl tidak merugikan dan mencelakakan orang lain,jgn melihat sejarah G30s/PKI karna itu semua BOHONG itu hanya rekayasa sang koruptor saja(SUHARTO)untuk mendapatkan kursi jabatan sebagai presiden RI,dan SUPERSMAR itu hanya akal akalan almarhum saja bakn bnar bnar dari bpk SUKARNO,buktinya sampai sekarang ke aslian supersmar masih di ragukan..</p>
<p>biar lah SOSIALIS KOMUNIS berkembang asl jngn menghilangkan ke aslian bangsa indonesia yaitu PANCASILA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rahmat Hidayat</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-88</link>
		<dc:creator>Rahmat Hidayat</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 17:15:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-88</guid>
		<description>Menurut saya sudah saatnya orang-orang yang memang punya agama dihatinya merasa khawatir terhadap kebangkitan komunis(Neokomunisme)..Hal ini harus kita lakukan,karena kehidupan kita yang sekarang ini,perjuangan kita yang sekarang ini akan dinikmati oleh anak-cucu keturunan kita.bagaimana kalau KOMUNISME dibiarkan berkembang dengan segala aneka ragam dan macam,tentunya akan membahayakan generasi kita selanjutnya...
Tapi..hal ini saya katakan tadi kekhawatiran ini..hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang memeang ada agama dihatinya...
maju terus...wahai orang-orang yang ingin menghadang laju komunis di negeri yang kita cintai ini...Allah dan Rasul-Nya bersama kalian.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya sudah saatnya orang-orang yang memang punya agama dihatinya merasa khawatir terhadap kebangkitan komunis(Neokomunisme)..Hal ini harus kita lakukan,karena kehidupan kita yang sekarang ini,perjuangan kita yang sekarang ini akan dinikmati oleh anak-cucu keturunan kita.bagaimana kalau KOMUNISME dibiarkan berkembang dengan segala aneka ragam dan macam,tentunya akan membahayakan generasi kita selanjutnya&#8230;<br />
Tapi..hal ini saya katakan tadi kekhawatiran ini..hanya dapat dirasakan oleh orang-orang yang memeang ada agama dihatinya&#8230;<br />
maju terus&#8230;wahai orang-orang yang ingin menghadang laju komunis di negeri yang kita cintai ini&#8230;Allah dan Rasul-Nya bersama kalian&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Agus Sulyanto</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-78</link>
		<dc:creator>Agus Sulyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 17:44:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-78</guid>
		<description>Segala yang ada dilangit dan bumi ini sudah ada kadarnya. sekuat apapun manusia berusaha maka belum tentu akan mencapai hasil yang maksimal.

seperti hukum kekekalan energi &quot;bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi dapat dirubah bentuknya&quot;

maka kejayaan imperialisme juga akan mencapai titik jenuhnya, jika hal itu tiba maka terjadilah reaksi balikan. 

saya sangat sepakat bahwa kita tidak perlu berlebihan dalam menghadapi persoalan ini. pada kenyataannya suatu ideologis memiliki umur yang jauh lebih panjang dari umur manusia pengikutnya.

pada akhirnya kebenaran itu pasti akan terungkap</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Segala yang ada dilangit dan bumi ini sudah ada kadarnya. sekuat apapun manusia berusaha maka belum tentu akan mencapai hasil yang maksimal.</p>
<p>seperti hukum kekekalan energi &#8220;bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi dapat dirubah bentuknya&#8221;</p>
<p>maka kejayaan imperialisme juga akan mencapai titik jenuhnya, jika hal itu tiba maka terjadilah reaksi balikan. </p>
<p>saya sangat sepakat bahwa kita tidak perlu berlebihan dalam menghadapi persoalan ini. pada kenyataannya suatu ideologis memiliki umur yang jauh lebih panjang dari umur manusia pengikutnya.</p>
<p>pada akhirnya kebenaran itu pasti akan terungkap</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rakyat_lamongan</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-41</link>
		<dc:creator>rakyat_lamongan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 16:41:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-41</guid>
		<description>Kebebasan memang suatu keharusan di negeri ini, namun mari kita berpikir sejenak, kebebasan seperti apa yang kita semua harapkan? standarisasi kebebasan yang seperti apa? bukankah kebebasan tetap saja berbatas? lalu batasan apa yang seharusnya menjadi kontrol kebebasan? sejarah tetap saja sejarah, subyektifitas tetap saja ada pada penulis sejarah, apalagi pada diri pelaku sejarah? hanya orang yang obyektiflah yang tau batas dan keperpihakan sejarah, mari kita intropeksi diri, bila kita semua mengharapkan kebenaran dari sejara. ayo semua peduli dan berfikir. selamat berjuang demi kebenaran yang berpihak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kebebasan memang suatu keharusan di negeri ini, namun mari kita berpikir sejenak, kebebasan seperti apa yang kita semua harapkan? standarisasi kebebasan yang seperti apa? bukankah kebebasan tetap saja berbatas? lalu batasan apa yang seharusnya menjadi kontrol kebebasan? sejarah tetap saja sejarah, subyektifitas tetap saja ada pada penulis sejarah, apalagi pada diri pelaku sejarah? hanya orang yang obyektiflah yang tau batas dan keperpihakan sejarah, mari kita intropeksi diri, bila kita semua mengharapkan kebenaran dari sejara. ayo semua peduli dan berfikir. selamat berjuang demi kebenaran yang berpihak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fransiskus Andre .T</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-32</link>
		<dc:creator>Fransiskus Andre .T</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 04:22:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-32</guid>
		<description>Saya setuju untuk mengepankan demkrasi yang bermoral baik. biarkan semua tumbuh perbedaan untuk mewarnai dunia ini. Komunis atau ajaran marxisme tidaklah bahaya. komunis bercita-cita mayrakat adil makmur dan sejahtera. tidak seperti kapitalis yang menindas rakyat kecil. kalaupun PAPERNAS, PSI, PKI mau bangkit kembali memajukan dan menyejahterakan RI,why not?? PKI th 1965 tidak memberontak, PKI loyal pada Soekarno. bila PKI berontak dengan G30S nya pastilah Indonesia TERJADI PERANG SAUDARA. tapi PKI sama sekali tidak membalas ketika dibantai habis oleh orde baru dibawah soeharto. justru yang kudeta adalah soeharto demi mencapai presiden RI. PKI dan Soekarno menjadi tumbal untuk suksesnya soeharto jadi presiden. PKI dan Soekarno tidak ingin Bangsa ini jatuh ke tangan nekolim atau imperialis Amerika dan CSnya. maka PKI dan Soekarno tenggelam demi tetap tegaknya NKRI. kini saatnya Kebangkitan Demokrasi dijunjung setelah soeharto lengser. Bangsa yang besar selalu mengahargai jasa pahlwan dan menghargai kebebasan demokrasi. SALAM SUKSES DAN MAJU UNTUK RI!!! Kita hargai Soekarno dan PKI yang &quot;gugur&quot; demi tegaknya NKRI.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju untuk mengepankan demkrasi yang bermoral baik. biarkan semua tumbuh perbedaan untuk mewarnai dunia ini. Komunis atau ajaran marxisme tidaklah bahaya. komunis bercita-cita mayrakat adil makmur dan sejahtera. tidak seperti kapitalis yang menindas rakyat kecil. kalaupun PAPERNAS, PSI, PKI mau bangkit kembali memajukan dan menyejahterakan RI,why not?? PKI th 1965 tidak memberontak, PKI loyal pada Soekarno. bila PKI berontak dengan G30S nya pastilah Indonesia TERJADI PERANG SAUDARA. tapi PKI sama sekali tidak membalas ketika dibantai habis oleh orde baru dibawah soeharto. justru yang kudeta adalah soeharto demi mencapai presiden RI. PKI dan Soekarno menjadi tumbal untuk suksesnya soeharto jadi presiden. PKI dan Soekarno tidak ingin Bangsa ini jatuh ke tangan nekolim atau imperialis Amerika dan CSnya. maka PKI dan Soekarno tenggelam demi tetap tegaknya NKRI. kini saatnya Kebangkitan Demokrasi dijunjung setelah soeharto lengser. Bangsa yang besar selalu mengahargai jasa pahlwan dan menghargai kebebasan demokrasi. SALAM SUKSES DAN MAJU UNTUK RI!!! Kita hargai Soekarno dan PKI yang &#8220;gugur&#8221; demi tegaknya NKRI.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wargabanten</title>
		<link>http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-5</link>
		<dc:creator>wargabanten</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 19:03:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ibnuadamaviciena.wordpress.com/2007/04/08/kenapa-komunisme-harus-dilarang/#comment-5</guid>
		<description>Atas alasan kebebasan memilih pikiran dan keyakinan itupula saya tidak setuju dengan keputusan Kejaksaan Agung yang melarang 13 judul buku pelajaran Sejarah karena pada buku-buku tersebut tidak menyebutkan peristiwa G30 September sebegai kejahatan komunisme. Bagi saya biarkan saja orang menerbitkan buku dengan hasil penemunannya masing-masing. Biarkan pembaca memiliki puluhan gudang data. Dengan begitu pembaca bisa menentukan pilihannya. Jangan kaya zaman Soeharto, cuma satu sumber sejarah, yaitu buku yang ditulis oleh sejarahwan Soeharto.

============-------------==========

Saya juga gak mudeng dengan sejarah yang ada. Sejarah semakin di pelajari semakin membingungkan. Tidak sesuai dengan yang diajarkan di sekolah DULU... Atau mungkin saya yang emang tidak paham dengan sejarah ya? (BODO)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Atas alasan kebebasan memilih pikiran dan keyakinan itupula saya tidak setuju dengan keputusan Kejaksaan Agung yang melarang 13 judul buku pelajaran Sejarah karena pada buku-buku tersebut tidak menyebutkan peristiwa G30 September sebegai kejahatan komunisme. Bagi saya biarkan saja orang menerbitkan buku dengan hasil penemunannya masing-masing. Biarkan pembaca memiliki puluhan gudang data. Dengan begitu pembaca bisa menentukan pilihannya. Jangan kaya zaman Soeharto, cuma satu sumber sejarah, yaitu buku yang ditulis oleh sejarahwan Soeharto.</p>
<p>============&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-==========</p>
<p>Saya juga gak mudeng dengan sejarah yang ada. Sejarah semakin di pelajari semakin membingungkan. Tidak sesuai dengan yang diajarkan di sekolah DULU&#8230; Atau mungkin saya yang emang tidak paham dengan sejarah ya? (BODO)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
