Juni 1, 2008 oleh ibnuadamaviciena
Local writers help combat illiteracy in rural Banten
By Ibnu Adam Aviciena - Inside Indonesia.org
Inspired by Banten’s past reputation as a centre for Islamic learning, a small group of citizens is tackling the high levels of rural illiteracy in this West Java province. They have established an organisation that hosts a library of thousands of books, conducts weekly discussions and runs writing classes. Some of the participants in these classes have written articles, stories and poems that have been published in local and national newspapers. Some have even gone on to write novels and screenplays. Every three months the group also publishes a book of poems, and this year it opened small libraries in a number of villages.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Essays | yang berkaitan inside indonesia, rumah dunia | Tidak ada komentar »
April 26, 2008 oleh ibnuadamaviciena
Oleh Ibnu Adam Aviciena
Sekedar sedikit mengulang bagian pertama tulisan ini yang dimuat dua minggu lalu, bahwa untuk menaklukan Mesir Prancis memanfaatkan ilmuwan yang ada di Institut d’Egypte. Dalam kasus Belanda terhadap Nusantara, Belanda mengangkat ilmuwan C. Snouck Hurgronje untuk menjadi penasihat kolonial untuk urusan bahasa-bahasa timur dan hukum Islam. Meski akhir dari keduanya berbeda, di mana Prancis gagal dan Belanda berhasil, namun keduanya sama-sama memanfaatkan ilmuwan sebelum mengadakan penaklukan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Books | yang berkaitan pusat penelitian banten | 5 Komentar »
April 26, 2008 oleh ibnuadamaviciena
Oleh Ibnu Adam Aviciena
Satu hal menarik dari Indonesia saat ini ialah semakin populernya dunia menulis. Sampai skala tertentu Banten mendapat pengaruh baik dari keadaan ini. Lalu pertanyaannya, bagaimanakan tradisi menulis di Banten dan siapa sajakah penulis Banten itu? Tulisan ini akan menjawab dua pertanyaan tersebut.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Books | yang berkaitan pengarang banten | 2 Komentar »
Maret 5, 2008 oleh ibnuadamaviciena
Oleh: Ibnu Adam Aviciena
Napoleone di Buonaparte atau yang kemudian dikenal sebagai Napoléon Bonaparte atau Napoleon I, sebagaimana dicatat oleh Karen Armstrong di Muhammad A Biography of the Prophet, pada 1798 mengadakan pelayaran ke Mesir bersama sejumlah ilmuwan dari Institut d’Egypte. Para ilwuman tersebut disuruhnya untuk mengadakan penelitian tentang Mesir yang kemudian hasil penelitian itu akan digunakan untuk menundukan dunia Islam dan menghancurkan hegemoni Inggris di India, meskipun gagal karena kalah oleh Inggris dan Turki.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Essays | Tidak ada komentar »